Pages

Kamis, 10 Oktober 2013

Neymar Rusak La Liga

"Drama queen"
Bukannya berusaha nyetak gol sebanyak-banyaknya, ini malah keasyikan memprovokasi lawan. Itulah Neymar, mantan jagoan Santos, Brasil, yang kini memperkuat Barcelona di pentas La Liga 2013/2014.
i10-1
Marca merilis, Neymar saat ini menjadi ‘terdakwa’ pertama di kompetisi Spayol dengan catatan sebanyak 32 kali dilanggar. Cukup? Tidak! Pemilik nama paripurna Neymar de Silva Santos Junior juga paling sering melakukan provokasi sehingga pemain lawan diganjar kartu kuning. Kalau di Indonesia, Neymar masuk kategori ‘Drama Queen’.
Gara-gara provokasi Neymar, sejauh ini sudah delapan pemain lawan yang mengantongi kartu kuning serta satu kartu merah.
Tak heran kalau dari jauh, Jose Mourinho mengkritik gaya lebay penyerang kelahiran 5 Februari 1992. Kata Mourinho, aksi Neymar telah mencederai keagungan sepak bola. Maka dari itulah, pelatih Chelsea itu mendesak agar UEFA segera turun tangan.
i10

Daftar Nominasi Ballon d’Or Bocor, Ozil Salah Satu Kandidat?

Ronaldo dan Messi kembali masuk dalam daftar, penggawa Barca dominan.
Daftar nominasi peraih Ballon d’or sebenarnya belum akan diumumkan hingga tanggal 29 Oktober mendatang, namun entah bagaimana daftar itu bisa bocor. Dilansir harian Catalan Mundo Deportivo, Mesut Ozil tercantum dalam daftar penghargaan individu bergengsi bagi pesepakbola dunia tersebut.
10 Dor raw hd
Menurut harian olahraga yang berbasis di Barcelona, bintang Arsenal termasuk salah satu dari 23 orang yang ada di dalam daftar peraih Ballon d’Or. Sebuah pertemuan yang diselanggarakan FIFA di Zurich, Rabu (2/10), telah menyusun daftar sementara, yang selanjutnya akan dipertimbangkan Federasi Sepakbola Perancis sebelum diumumkan pada akhir Oktober.
Pemain berusia 24 tahun itu akan bergabung dengan mantan rekan setimnya di Real Madrid, Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos. Sementara itu, Yaya Toure diharapkan menjadi calon lain dari Premier League yang dapat meraih penghargaan bergengsi sepakbola dunia.
Barcelona mengirimkan paling banyak nama. Menurut laporan, Lionel Messi, Neymar, Andrés Iniesta, Sergio Busquets, Gerard Pique, Cesc Fabregas, Dani Alves dan Javier Mascherano masuk ke dalam daftar. Namun, nama Xavi dan Jordi Alba masih menjadi perdebatan.
Bayern Munchen juga memiliki sejumlah kandidat menyusul kesuksesan mereka di Liga Champions, dan nama striker Polandia Robert Lewandowski ikut terselip di dalam daftar periah Ballon d’Or. Hanya satu pemain Inggris, striker Manchester United Wayne Rooney, yang masuk sebagai nominator

Penampilan Neymar yang Melebihi Ekspektasi

Tak hanya menarik untuk ditonton, ia juga cukup produktif dengan mencetak tiga gol dan memberikan enam assist musim ini.
Neymar da Silva, yang baru didatangkan Barcelona musim panas ini, hidup di tengah-tengah ekspektasi tinggi bahkan sebelum dirinya tiba di Camp Nou. Saat pemain berusia 21 tahun hijrah ke Barcelona dari Brasil, banyak yang beranggapan ia memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan tim. Ia tak memiliki banyak waktu untuk beristirahat selama musim panas karena memperkuat Brasil di ajang Piala Konfederasi.
Itu adalah salah satu alasan mengapa manajer Tata Martino memutuskan untuk membatasi penampilannya di awal musim, dan hingga pertandingan resmi keempat musim ini, di Supercup melawan Atletico Madrid, Neymar diberikan tempat di starting XI.
‘Magical Tandem’
neymar-in
Banyak orang sempat khawatir apakah ia akan mampu bekerja sama dengan baik bersama Lionel Messi di tim yang sama. Kini, tidak lagi. Argentina dan Brasil dapat mengerti satu sama lain setiap kali mereka diturunkan bersama di lapangan. Biasa bermain di sayap kiri, Neymar membuka permainan, meresahkan pertahanan lawan, memberi assist dan mencetak gol. Ia dengan senang hati ketika diminta untuk menciptakan tekanan dan tak egois di depan gawang, seperti yang  ditunjukkan oleh caranya membiarkan Pedro untuk mencetak gol di Vallecas. Ia juga termasuk salah satu pemain Barcelona yang paling sering dilanggar di liga musm ini, 32.
Seorang Pemimpin
neymar-in2
Dengan cederanya Messi, Neymar mengambil tanggung jawab tambahan. Melawan Celtic dan Valladolid, ia mengambil alih peran ‘striker utama’ dan tak mendapatkan apa-apa selain pujian dari rekan-rekannya, para fans dan media untuk dua pertunjukkan yang sangat baik.
Akhir pekan lalu, ia mencetak gol ketiganya dan memberikan assist keenam musim ini. Tidak hanya menarik untuk ditonton, dengan menampilkan beberapa skill olah bola mengesankan, ia juga bermain sangat efektif.
Setelah pertandingan melawan Valladolid, Neymar dan rekan senegaranya Dani Alves akan bergabung dengan skuat Brasil di Dubai jelang tur mini ke Asia. Pada hari Sabtu ‘Canarinha’ akan bermain dengan Korea Selatan di Seoul dan pada hari Selasa mendatang mereka akan menghadapi Zambia di Beijing.

Messi Masih Penting untuk Barcelona

Penampilan raksasa Catalan tetap mengesankan meski tengah tak diperkuat penyerang Argentina.
Sergio Busquets menekankan bahwa Lionel Messi masih menjadi bagian penting untuk skuat Barcelona seperti sebelumnya. Messi tak dapat tampil karena tengah menjalani masa pemulihan cedera yang ia alami, tetapi ketidakhadiran penyerang Argentina tak mempengaruhi performa Blaugrana sejauh ini, karena pemain-pemain seperti Neymar dan Alexis Sanchez mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Messi.
06 Busquets raw ins
Namun, Busquets berpendapat kebintangan Messi tetap tak terbantahkan. “Messi masih tetap penting bagi kami seperti sebelumnya,” ucapnya seperti dikutip Goal.com. “Dia adalah yang terbaik di dunia dan dia melakukan hal-hal yang menakjubkan. Kami sangat kehilangan dirinya.”
Busquets juga membahas potensi kedatangan Pepe Reina sebagai kiper baru Barcelona setelah Victor Valdes memutuskan untuk hengkang pada akhir musim 2013/2014. “Reina adalah kiper hebat,” lanjutnya. “Akan menjadi hal yang baik jika ia bergabung dengan Barca.”
Reina memulai karir profesionalnya di Camp Nou, namun ia memilih untuk memperkuat Villareal pada tahun 2002 sebelum bergabung dengan Liverpool tiga tahun kemudian. Saat ini ia tengah bermain untuk Napoli dengan status pinjaman hingga akhir musim. Kiper berusia 31 tahun memiliki kontrak tersisa dengan The Reds hingga 2016.

Revolusi Roma Perlahan Berbuah Hasil

Serigala ibukota kembali menemukan taringnya
AS Roma perlahan kembali membangun kekuatannya kembali. Setelah beberapa musim lalu berjuang di papan tengah, musim ini Giallorossi kembali sebagai salah satu kekuatan besar di Italia. Duduk di peringkat 1 klasemen sementara Serie A, tim asuhan Rudi Garcia menjadi salah satu kandidat peraih scudetto.
ASRoma raw ins1
Musim lalu, Roma terlihat sangat berjuang untuk sekedar berada di papan tengah, baik dibawah Zdenek Zeman maupun Aurelio Andreazzoli. Perpecahan dalam internal tim membuat musim lalu menjadi salah satu yang terberat bagi Roma. Di bawah kepemilikan pengusaha asal Amerika, tim maupun pendukung Roma seperti diberi janji palsu. Ketika Thomas DiBenedetto maupun James Pallotta berkuasa, perubahan yang dijanjikan pun tidak kunjung terjadi.
Penunjukkan Rudi Garcia di awal musim pun mengundang banyak reaksi negatif. Setelah gagal mendapatkan Massimilliano Allegri, Garcia dianggap oleh banyak orang sebagai langkah darurat. Minim pengalaman melatih di luar Prancis, Garcia memang dirasa belum cocok apabila harus menangani apalagi mengembalikan kejayaan tim dengan sejarah panjang seperti AS Roma.
ASRoma raw ins2
Mengandalan formasi 4-3-3 yang ia gunakan kala membuat Lille menjadi kampiun Ligue 1, Garcia menjanjikan banyak hal positif tanpa efek samping. Bersama dengan Walter Sabatini, Garcia langsung memeprkuat lini per lini Roma agar lebih siap untuk menjalani musim.
Setelah kehilangan bakat muda Marquinhos yang hengkang ke Paris Saint-Germain, Giallorossi menemukan pengganti sepadannya pada diri Mehdi Benatia. Musim lalu Roma memang mengalami masala pada pertahanan yang inkonsisten, dan kedatangan Benatia sejauh ini mampu membuat pertahanan Roma lebih kuat. Douglas Maicon juga berhasil didatangkan ke ibukota. Meski tidak lagi muda, keberadaan Maicon diprediksi mampu membantu Roma dalam hal pengalaman bermain. Sementara itu Tin Jedaj dan Alessio Romagnoli dipersiapan Garcia sebagai rencana jangka panjang.
ASRoma raw ins3Namun di lini tengahlah kekuatan Roma sesungguhnya yang mengalami perubahan besar. Kedatangan Kevin Strootman menandakan ambisi besar yang diusung Garcia. Duet Strootman dan Daniele De Rossi, yang tidak jadi hengkang, menjadikan lini tengah serigala ibukota salah satu yang terkuat di Italia. “Aku sangat kagum dengan Miralem Pjanic ketika ia mulai mengendalikan lini tengah, dan keberadaan De Rossi membuatnya lebih sempurna,” tutur Strootman sehabis pertadingan pramusim melawan MLS All-Star. Selain itupun Roma masih memiliki sosok Michael Bradley yang siap melengkapi trio gelandang di formasi ala Garcia.
Setelah kehilangan Pablo Osvaldo yang hengkang ke Premier League, keberadaan Francesco Totti semakin vital di lini serang. Kedatangan Gervinho yang sempat mengundang protes pun kini terbukti manjur. Pemain asal Pantai Gading ini mulai membayar kepercayaan yang diberi Garcia dan Roma dengan menunjukkan performa yang apik. Sembari menunnggu sembuhnya Mattia Destro dari cedera, lini depan Roma sampai saat ini bisa dibiliang siap untuk meneror pertahanan lawan.
Satu hal yang menjadi kelebihan Roma dibanding tim-tim seperti Juventus atau Fiorentina dalam perebutan scudetto musim ini adalah mereka tidak berpartisipasi di Eropa. Hal ini berarti Roma bisa lebih berfokus ke kompetisi domestik dan Garcia pun tidak terlalu pusing dalam hal rotasi pemain.
Revolusi Roma telah dimulai. Semua klub Serie A telah mendapatkan peringatanya. Dengan kedatangan beberapa pemain yang berhasil mengangkat performa tim, serigala ibukota siap menerkam siapapun yang menghalangi jalannya menuju kejayaan.

Analisa Taktik Barcelona Di Bawah Martino

Menambahkan beberapa hal pada tiki-taka ala Guardiola
Barcelona telah berubah. Apabila dilihat-lihat, banyak hal yang ditambahkan pada pola permainan Azulgrana sejak kedatangan pelatih Gerardo Martino. Banyak yang mengritik keputusan Martino ini namun banyak juga yang mengapresiasinya karena mampu membawa Barca tampil baik dan konsisten hingga saat ini.
Berikut ini beberapa perubahan dan penekanan yang dilakukan Martino pada Barca di bawah asuhannya sekarang:

Pressing
06 i-1
Dibawah Tito Vilanova, pressing khas Barca yang diterapkan sejak era Frank Rijkaard seakan hilang. Dan hal itu menjadi masalah tersendiri bagi pertahanan El Barca. Kini Martino telah mengaplikasikan kembali sistem pressing ketat yang menjadi ciri khas raksasa Catalan ini. Selain memberi manfaat pada pertahanan, sistem pressing ini juga mempermudah para pemain Barca untuk merebut bola kembali dan memulai serangan.

Bermain Melebar
06 i-2
Kelemahan utama Barca sejak menganut tiki-taka adalah kala lawannya memakai sistem parkir bis. Contohnya ketika menghadapi tim seperti Chelsea yang mereka kesulitan untuk menembus pertahanan mereka dari tengah. Hal ini dilihat Martino dan kini ia berhasil menemukan solusinya. Memanfaatkan pemain seperti Neymar dan Dani Alves, Barca lebih sering bermain melebar dan memanfaatkan kecepatan dari duo Brazil ini.

Tidak Berlama-lama Menguasai Bola
06 i-4
Inilah masalah utama Barca. Mereka lebih sering membuang-buang waktu dengan saling mengoper bola tanpa menghasilkan peluang berarti. Dan inilah titik penting yang diubah oleh Martino. Musim lalu, rata-rata Azulgrana mencatatkan sepuluh peluang pertandingan per pertandingan, sementara dari tujuh pertandingan bersama Martino, Azulgrana sudah menghasilkan rata-rata 14 peluang. Meski persentase penguasaan bola El Barca jauh berkurang dari beberapa musim lalu, permainan ini lebih disukai karena jauh lebih efektif dan mematikan.

Adakah Rencana B?
06 i-3
Satu lagi permasalahan Barca adalah mereka hanya memainkan tiki-taka tanpa memiliki taktik cadangan. Dan dibawah Martino pun belum terlihat rencana B tersebut. Namun apabila dilihat-lihat, taktik yang diterapkan Martino bisa menjadi rencana B dimana permainan tiki-taka natural ala Barca masih menjadi taktik utama dari tim. Hal-hal yang dirubah Martino hanyalah beerapa hal kecil dan tidak banyak mengganti dari tiki-taka itu sendiri.

Lima Duet Penyerang Paling Mematikan di Eropa

Sudah jarang ditemukan di klub-klub besar
Memainkan dua penyerang sekaligus mungkin sudah menjadi masa lalu bagi klub-klub Eropa. Sekarang, mereka lebih banyak mengandalkan satu penyerang yang didukung oleh gelandang yang bermain dibelakangnya. Namun, hal tersebut tidak berarti penggunaan dua penyerang sudah tidak lagi efektif. Masih ada klub yang bermain dengan gaya ini dan duet tersebut menunjukkan penampilan gemilang.
Berikut ini daftar lima duet penyerang paling mematikan di Eropa. Selamat membaca!

Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani (Paris Saint-Germain)

duets-3
Duet dua penyerang yang dianggap terbaik saat ini memang belum menunjukkan penampilan yang meyakinkan. Sementara Cavani sudah mencetak empat gol dari delapan pertandingan, penambilan Ibra menurun drastis dari musim lalu. Namun, ia menikmati peran barunya sebagai ‘pelayan’ Cavani dengan tiga assist serta menghasilkan 18 peluang. Duet penyerang yang saling melengkap tentu diharapkan oleh PSG akan semakin padu hingga akhir musim.
Falcao dan Emmanuel Riviere (AS Monaco)
duets-4
Tidak semua duet penyerang hebat harus membuat timnya mengeluarkan banyak uang, dan itulah yang terlihat pada Falcao dan Riviere. Falcao memang memecahkan rekor transfer Monaco, namun Riviere tidak membuat Monaco menggelontorkan uang banyak. Performa keduanya pun terbilang memuaskan, enam gol dari tujuh pertandingan untuk Riviere dan tujuh gol dari delapa pertandingan untuk Falcao.
Luis Suarez dan Daniel Sturridge (Liverpool)
duets-1
Mungkin inilah duet penyerang yang paling diidam-idamkan fans Liverpool setelah Ian Rush dan Robbie Fowler. Kembalinya Suarez setelah menyelesaikan sanksi sepuluh pertandingannya akan meringankan beban Sturridge. Dan hal tersebut sudah terlihat di pertandingan melawan Sunderland, Minggu (29/9) dimana keduanya saling mengerti permainan duetnya.
Wayne Rooney dan Robin van Persie (Manchester United)
duets-5
Duet pemain Inggris dan Belanda ini merupakan harapan United dalam urusan mencetak gol. Rooney akan bertugas sebagai peracik peluang sementara van Persie akan menyelesaikan pekerjaan Rooney tersebut dengan eksekusinya. Sejauh ini, diantara kedua pemain sudah terjadi enam gol. Tentu David Moyes berharap performa keduanya akan meningkat dan memberi kontribusi signifikan pada tim.
Diego Costa dan David Villa (Atletico Madrid)
duets-2
Mungkin inilah duet penyerang paling mengejutkan musim ini. Kedatangan Villa ke Atletico membuat permainan Costa semakin berkembang dan kini menjadi salah satu penyerang paling diwaspadai di Eropa. Total, kedua pemain sudah menghasilkan sepuluh gol dan dua assist di La Liga, Costa dengan delapan gol dan satu assist dan sisanya dilengkapi oleh Villa.
 

Blogger news

Blogroll

About