Pages

Kamis, 10 Oktober 2013

Andik Dilarang Bela Timnas Senior

Tumben.
Keinginan Andik Vermansyah untuk membela timnas senior melawan Cina tak kesampaian. Badan Tim Nasional (BTN) tak memasukkan nama Andik, karena penyerang Persebaya 1927 yang kini mengadu nasib di Jepang itu diprioritaskan memperkuat timnas u-23. Sebelumnya, selain memperkuat timnas u-23, Andik juga beberapa kali tampil bersama timnas senior.
“Semua pemain yang masuk timnas U-23 sesuai keputusan BTN tidak boleh masuk senior. Termasuk di dalamnya ada Andik, Andritany, dan Rizky Pellu,” kata Jacksen F Tiago, pelatih timnas senior kepada wartawan.
i8
Timnas senior akan menjamu Cina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 15 Oktober 2013. Ini merupakan laga ketiga Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia 2015. Pada dua laga sebelumnya, Indonesia gagal meraih kemenangan. Jika ingin menjaga peluang, maka tak ada pilihan harus bisa mengalahkan Cina.
Timnas U-23 akan mengikuti SEA Games 2013 di Myanmar, Desember mendatang. Di bawah asuhan Rahmad Darmawan, Andik dan kawan-kawan ditargetkan meraih medalie emas.
Jacksen mengaku tak kehilangan Andik. Sebagai gantinya, pelatih Persipura Jayapura itu memanggil Zulham Zamrun. “Dia akan menggantikan tugas Andik,” kata Jacksen.

CR7, Jimat Pembawa Keberuntungan Milik Madrid

Dalam 90 pertandingan di mana CR7 mencetak gol, Real Madrid belum pernah kalah.
Status bintang tak bisa lepas dari Cristiano Ronaldo. Skill mumpuni membuat para pria ingin seperti dirinya. Wajah yang rupawan membuat ia digandrungi banyak perempuan di berbagai penjuru dunia. Namun, bagi Real Madrid, Ronaldo lebih dari sekadar bintang. Pria Portugal ini adalah penjamin kemenangan Madrid.
Tiap kali Ronaldo menyarangkan gol di La Liga, Madrid bisa bernapas lega. Sejak eks penggawa Manchester United ini melakoni debut pada 29 Agustus 2009 kontra Deportivo La Coruna, Los Merengues tak pernah kalah jika Ronaldo menciptakan gol. Satu yang luar biasa, kebiasaan ini sudah berlangsung selama lima musim.
ronaldo-in
Ronaldo adalah jimat keberuntungan Madrid, terutama di La Liga. Dalam 90 pertandingan di mana pemain berusia 28 tahun ini mencetak gol, Madrid mencatatkan 84 kemenangan dan enam hasil seri. Hanya Barcelona dan Villareal (dua kali seri) serta Espanyol dan Real Zaragoza (sekali seri) yang terhindar dari kekalahan kala pemenang Ballon d’Or 2008 menjebol gawang mereka.
Pada musim 2013/2014, rekor ini kian tajam. Lihat saja bagaimana Ronaldo menjadi penentu kemenangan Madrid di kandang Levante pada menit ke-94, Sabtu (5/10). Secara keseluruhan, Ronaldo sudah mencetak gol dalam lima pertandingan musim ini. Hasilnya? Empat kemenangan dan satu imbang.
Luar biasa.

Real Madrid yang tak Lagi Brilian

Lippi semangati Juve.
Pada 23 Oktober, Juventus akan bentrok melawan Real Madrid dalam ajang Liga Champions. Dukungan datang Marcello Lippi. Mantan pelatih Juve berusia 65 tahun itu optimistis Antonio Conte dan pasukannya bisa meraih hasil maksimal.
“Juve saat ini begitu solid dan percaya diri,” kata Lippi kepada Tuttosport.
Tak hanya memenangkan pertandingan kandang di Turin, Juve juga akan sukses saat tandang ke Madrid. “Mereka akan melakukannya dengan baik,” kata Lippi yang menukangi JUve Pada 1994-1999 dan 2001-2004.
RM ins1
Diakui Lippi, El Real tim kuat dan salah satu kandidat juara. Namun, Juve tak boleh ciut. “Sekarang ini bukan fase knock – out. Ini dua pertandingan yang sangat penting. Kemenangan akan sangat berarti bagi Juventus,” kata Lippi.
“Resepnya sederhana, yakni keyakinan akan kemampuan mereka sendiri dan jangan taku kepada lawan. Juve saat ini sangat mirip dengan Juve jaman saya. Karena mereka memiliki semua karakteristik yang mereka butuhkan. Selain itu , Madrid tidak begitu brilian,” ujar Lippi.

Harapan Klose Juarai Piala Dunia Bersama Jerman

Pemain berusia 35 tahun itu berencana untuk terus berkarir setidaknya hingga 2016 mendatang.
Pemain veteran Jerman Miroslav Klose mengatakan dirinya berencana untuk terus bermain setidaknya hingga 2016. Striker Lazio menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Jerman bersanding bersama Gerd Muller, dengan 68 gol di level internasional, namun hingga saat ini Klose belum berniat gantung sepatu baik untuk klub atau pun negaranya.
“Saya merasa luar biasa saat ini, dan saya ingin bermain untuk beberapa tahun lagi,” ucap pemain berusia 35 tahun seperti dikutip Goal.com. “Namun, keputusan ini akan terus dipertimbangkan dari bulan ke bulan dan saya tak akan terburu-buru. Mari kita lihat bagaimana musim ini berjalan. Kontrak saya berjalan hingga Juni tahun depan, saat Piala Dunia, selanjutnya saya akan membuat keputusan.
klose-in
“Keinginan saya adalah menjuarai Piala Dunia, yang akan menjadi turnamen besar terakhir saya untuk Jerman. Tidak ada yang lebih indah dibanding mengangkat trofi di musim panas mendatang.”
Klose mengakui pemain-pemain yang dimiliki Jerman saat ini jauh lebih baik dibanding saat pertama kali ia masuk ke dalam skuat, dan merasa Die Mannschaft memiliki peluang besar untuk menjuarai Piala Dunia keempat tahun depan.
“Ketika Anda melihat kualitas tim, saya mengatakan kami telah melangkah jauh lebih maju,” lanjutnya. “Cara mereka bermain lebih terorganisir, cara mereka berlatih dan kemampuan alami mereka lebih unggul dibanding 10 tahun yang lalu.
“Tim ini memiliki pemain-pemain yang sangat muda, seperti Mesut Ozil, Mario Gotze, Marco Reus dan Thomas Muller, dan mereka memberikan kesegaran untuk skuat. Mereka akan menjuarai turnamen besar dalam beberapa tahun mendatang.”
Sejak membuat debutnya untuk Jerman pada tahun 2001, mantan striker Bayern Munchen telah mencetak 68 gol dalam 130 penampilannya, dan ia mengakui prestasi yang telah ia capai tak lepas dari bantuan rekan-rekan setimnya.
“Saya tak pernah membayangkan saya akan mencapai hal ini. Tak terpikirkan ketika saya masih muda. Saya ingin berterima kasih kepada semua rekan setim saya selama bertahun-tahun karena membantu saya mencapai ini.”

La Liga Pecahkan Rekor Penjualan Pemain

Beberapa pemain bintang yang dijual menghasilkan 404 juta poundsterling
Hengkangnya pemain seperti Roberto Soldado dan Mesut Ozil dari La Liga justru menjadi torehan emas bagi La Liga. Penjualan kedua pemain tersebut ditambah beberapa pemain lainnya menjadikan La Liga sebagai liga yang paling banyak menghasilkan uang dari bursa transfer musim panas ini. Selain pemain yang hengkang ke liga lain, nama-nama seperti Isco dan Asier Illarramendi yang juga berpindah klub walaupun tetap di Spanyol juga turut memberikan andil pada pemecahan rekor ini. Menurut Prime Time, salah satu media di Barcelona, hal ini juga turut dipengaruhi oleh penetapan Financial Fair Play yang mengharuskan klub untuk menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran.
Kebanyakan dari pemain yang hengkang dari La Liga pergi ke Inggris untuk bermain di Premier League. Sementara itu, dari total 404 juta pounds pendapatan, 117 juta di antaranya berasal dari transaksi dengan klub di luar Spanyol. Dari sisi pengeluaran, klub-klub La Liga menghabiskan 337 juta pounds. Real Madrid (154 juta ) dan Barcelona (48 juta) total menyumbang 62% dari jumlah tersebut. Namun, di luar kedua klub tersebut, ada empat klub yang sama sekali tidak mengeluarkan uang dan ada empat lainnya yang mengeluarkan tidak lebih dari 2.5 juta pounds. “La Liga sekarang lebih sebagai penjual daripada pembeli,” tulis Prime Time. “13 dari 20 tim lebih memilih untuk menjual pemain dan menyelesaikan masalah keuangan mereka.”
10 i
Menurut harian yang sama, setelah mendatangkan Gareth Bale, El Real total menghabiskan 611 juta pounds dalam lima tahun terakhir, hampir 40 persen dari pengeluaran total La Liga. Mereka juga menghabiskan 75% lebih banyak daripada Barcelona (293 juta) yang hanya mendatangkan satu pemain musim ini – Neymar dari Santos dengan banderol 38 juta pounds – pertama kalinya sejak seperempat abad lalu. El Azulgrana juga tercatat diperkuat oleh 17 pemain hasil akademi mereka, jumlah yang sama dengan Athletic Bilbao yang hanya memainkan pemain yang berasal dari daerah Basque.

10 Pembelian Terbaik Wenger Sepanjang Masa

Mulai dari Gilberto Silva hingga Thierry Henry.
10. Gilberto Silva
20 i-1
Gilberto Silva diboyong ke Arsenal dari Atletico Miniero pada tahun 2002 dengan tebusan 4,5 juta poundsterling. Gelandang satu ini mulai menarik perhatian klub besar usai tampil gemilang bersama Brasil di Piala Dunia 2002. Bersama Arsenal, Gilberto menjadi pilihan utama dan punya peran penting saat The Gunners menjadi kampiun Premier League musim 2003/2004 tanpa terkalahkan.
Selama memperkuat klub London Utara, Gilberto juga pernah mengangkat titel FA Cup sebanyak dua kali. Meski begitu, di tahun 2005, ia mengungkap niatan untuk meninggalkan Arsenal. Mathieu Flamini lantas memperburuk keadaan saat ia mulai menjadi pilihan utama di Emirates Stadium. Gilberto akhirnya angkat kaki menuju Panathinaikos pada tahun 2008 meski Flamini pindah ke AC Milan.

9. Sol Campbell
20 i-2
Sol Campbell dibawa ke Arsenal secara cuma-cuma dari rival abadi mereka, Tottenham Hotspur, setelah berusaha meyakinkan suporter The Lilywhites bahwa ia tidak akan pernah memperkuat The Gunners. Pada musim pertama di Highbury, Campbell langsung sukses beradaptasi dan mengawinkan gelar Premier League dan FA Cup.
Selama mengabdi pada Arsene Wenger, bek tangguh ini memenangi tiga titel FA Cup dan dua trofi Premier League. Di final Champions League 2006, Campbell mampu menyumbang satu gol ke gawang Barcelona. Sayang, mereka takluk di menit-menit terakhir. Pria Inggris ini akhirnya hengkang ke Portsmouth di tahun 2006 dengan status free transfer.

8. Nicolas Anelka
20 i-3
500 ribu poundsterling cukup untuk mendaratkan Nicolas Anelka ke Arsenal pada tahun 1997. Sayang, Anelka sulit menembus tim utama. Setahun kemudian, ketika Ian Wright cedera, pria Perancis ini mendapatkan kesempatan. Ia ikut serta menjuarai FA Cup dan Premier League pada musim 1997/1998. Di final FA Cup, gol kemenangan Arsenal atas Newcastle United pun diciptakan oleh Anelka.
Anelka menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal dengan 17 gol pada musim terakhir di Highbury. Saat itu ia juga terpilih sebagai PFA Young Player of the Year. Di musim panas 1999, Anelka menyuarakan keinginan hengkang dari kubu London Utara. Real Madrid lantas berani menebus Anelka dengan dana sebesar 22,3 juta poundsterling.

7. Jens Lehmann
20 i-4
Jens Lehmann resmi berbaju Arsenal di tahun 2003 dan langsung sukses di musim pertama saat mereka tak terkalahkan di Premier League selama semusim. Setelah menjuarai liga, Lehmann menjadi man of the match final FA Cup 2005 ketika Arsenal membuat Manchester United bertekuk lutut.
Lehmann sempat memecahkan rekor clean sheet Arsenal saat tak pernah kebobolan selama 10 laga berurutan sekaligus mengantar skuat pimpinan Arsene Wenger ke final Champions League 2006. Ketika kontraknya berakhir di tahun 2008, penjaga gawang asal Jerman ini meneruskan karir di VfB Stuttgart. Pada tahun 2011, Lehmann sempat kembali ke Emirates Stadium sebelum pensiun.

6. Robin van Persie
20 i-5
Robin van Persie ditukar dengan uang sebesar 2,75 juta poundsterling dari Feyenoord Rotterdam untuk menjadi pelapis Thierry Henry. Namun kepergian Dennis Bergkamp membuat van Persie langsung menemani Henry di lini depan. Posisi asli pria Belanda ini merupakan pemain sayap. Namun Arsene Wenger menjadikannya seorang striker, seperti yang ia lakukan pada Henry.
Meski sempat merasakan gelar FA Cup dan Community Shield di awal karir bersama Arsenal, cedera kemudian membatasi penampilan van Persie. Kepindahan Henry ke Barcelona di tahun 2007 kemudian membuatnya naik kelas menjadi bomber utama The Gunners. Sumbangan 100 gol lebih ia berikan untuk Arsenal sebelum membelot ke Manchester United di tahun 2012.

5. Marc Overmars
20 i-6
Arsene Wenger mendapatkan Marc Overmars dari Ajax Amsterdam pada musim panas 1997 dengan bayaran sebesar 5,5 juta poundsterling. Di musim pertama, pria berpaspor Belanda ini langsung merengkuh gelar juara Premier League dan FA Cup. Dalam partai pamungkas FA Cup 1998, Overmars menjadi penentu kemenangan saat menaklukkan Manchester United dengan skor 1-0.
Namun kejayaan Overmars bersama Arsenal berakhir saat itu juga. The Gunners gagal meraih trofi di musim-musim berikutnya. Pada tahun 2000, Barcelona melayangkan 25 juta poundsterling kepada Arsenal untuk mendapatkan jasa Overmars. Harga tersebut membuatnya menjadi pemain Belanda termahal sepanjang masa.

4. Cesc Fabregas
20 i-7
Arsenal tak mengeluarkan dana sepeser pun kala mendapatkan jasa Cesc Fabregas dari Barcelona. Saat berumur 16 tahun dan 177 hari, Fabregas menjadi pemain termuda yang menyumbang gol bagi Arsenal saat membobol gawang Rotherham United di League Cup pada Oktober 2003. Kepindahan Patrick Vieira ke Juventus kemudian membuat Fabregas menjadi penggawa utama di lini tengah Arsenal.
Fabregas membantu Arsenal memenangi trofi FA Cup di tahun 2005. Setelah itu, The Gunners tak pernah merasakan gelar juara bergengsi lagi. Lelaki Spanyol ini pernah memegang tanggung jawab sebagai kapten The Gunners di tahun 2008 sebelum dijual kembali ke Barcelona dengan harga 35 juta poundsterling.

3. Robert Pires
20 i-8
Demi mengisi posisi yang ditinggalkan Marc Overmars, Arsene Wenger mengeluarkan dana sebesar 6 juta poundsterling untuk mendapatkan jasa Robert Pires dari Olympique Marseille. Pires tercatat dalam sejarah sebagai pencetak gol kemenangan Arsenal di final FA Cup 2003 kontra Southampton. Prestasi Pires cukup mentereng di Arsenal: dua gelar Premier League, tiga titel FA Cup dan tiga kali jadi bagian PFA Team of the Year.
Pengabdian pria Perancis untuk The Gunners berakhir ketika Arsene Wenger menerapkan peraturan bahwa pemain berusia 30 tahun ke atas tidak akan ditawari perpanjangan kontrak lebih dari setahun. Di tahun 2006, Pires pergi ke Villareal dengan status bebas transfer.

2. Patrick Vieira
Vieira
Patrick Vieira mengklaim keberadaan sang kompatriot, Arsene Wenger, di Arsenal menjadi alasan mengapa ia rela meninggalkan AC Milan. Padahal, Vieira mendarat di Highbury sebulan sebelum Wenger resmi melatih The Gunners. Setelah mengoleksi tiga trofi Premier League dan FA Cup, pria Perancis ini mencetak gol penentu dari titik putih di FA Cup 2005.
Selama enam musim berurutan, 1998-2004, Vieira masuk dalam PFA Team of the Year sebelum dijual ke Juventus dengan harga sebesar 13,75 juta poundsterling. Wenger merasa Vieira tak bisa berdampingan dengan Cesc Fabregas di lini tengah dan ia lebih memilih pemain muda Spanyol tersebut.

1. Thierry Henry
20 i-10
Di tahun 1999, Thierry Henry menjadi pemain Arsenal setelah dibeli dari Juventus dengan uang sebesar 10,5 juta poundsterling. Arsene Wenger sukses mengubah Henry dari pemain sayap menjadi salah satu bomber terhebat sepanjang sejarah Premier League. Ia sukses mengulangi prestasi Patrick Viera dengan masuk dalam PFA Team of the Year selama enam musim beruntun (2000-2006).
Menyusul kepindahan Vieira ke Juventus pada tahun 2005, Henry mendapatkan warisan ban kapten dari sang kompatriot. Sayang, koleksi gelarnya terhenti di dua trofi Premier League dan tiga titel FA Cup. Pada tahun 2006, Henry sempat menambah prestasi pribadi dengan memenangi Golden Boot Premier League untuk kali keempat dalam lima musim.
Musim terakhir Henry di Arsenal dirusak oleh cedera. Walau Wenger berharap King Henry tetap bertahan di Emirates Stadium, pria Perancis itu akhirnya hijrah ke Barcelona dengan tebusan senilai 16,1 juta poundsterling di musim panas 2007.

Kisah Messi, Guardiola dan Sekaleng Soda

Mantan pelatih New York Red Bulls, Backe, ungkap kelakuan tak sopan Messi terhadap Guardiola.
Cerita mengenai kelakuan buruk Lionel Messi kembali menyeruak ke permukaan. Kali ini sebuah pernyataan mengejutkan muncul dari mantan pelatih New York Red Bulls, Hans Backe. Melalui sebuah siaran televisi pelatih asal Swedia itu mengungkapkan Messi pernah melakukan tindakan tak sopan kepada Pep Guardiola di depan seluruh skuat Barcelona.
Menurut Backe, kejadian itu terjadi sekitar empat tahun lalu, saat Barcelona meraih treble pada tahun 2009. Saat itu Messi disebut-sebut memaksa Guardiola untuk membiarkannya meminum soda, padahal tiga jam kemudian pertandingan akan segera dimulai. “Dia bukanlah yang terbaik,” ucap Backe.
02 i
“Itu terjadi tiga jam sebelum pertandingan. Semua pemain duduk dan makan ketika Messi mengatakan ia ingin soda. Guardiola berkata, ‘Tidak, tidak, kita tak boleh meminum soda tiga jam sebelum pertandingan’. Kemudian Messi bangkit dari kursinya dan kembali beberapa menit dengan membawa sekaleng soda. Ia langsung membukanya dan meminumnya tepat dihadapan Guardiola. Bayangkan apa yang terjadi ketika pemain besar seperti Messi melakukan itu kepada pelatih dengan cara seperti ini. Ini adalah pertentangan yang tak mampu dimenangi Guardiola. Tak mungkin.”
Meski tak diketahui siapa sumber resmi dari pernyataannya tersebut, Backe justru tertawa saat dirinya disebut dapat menghadapi tuduhan fitnah. “Sensasional? Saya memiliki banyak pengacara di belakang saya.”
02 i-2
Mengingat pria 61 tahun pernah menangani New York Red Bulls, cerita itu kemungkinan dikabarkan bersumber dari Thierry Henry atau Rafa Marquez, dua mantan pemain Barcelona yang kemudian bermain di bawah arahan Backe di New York. Namun, tanpa bukti yang nyata, cerita itu bisa saja dianggap sebagai sebuah kabar angin.
 

Blogger news

Blogroll

About