10. Gilberto Silva

Gilberto Silva diboyong ke Arsenal dari Atletico Miniero pada tahun
2002 dengan tebusan 4,5 juta poundsterling. Gelandang satu ini mulai
menarik perhatian klub besar usai tampil gemilang bersama Brasil di
Piala Dunia 2002. Bersama Arsenal, Gilberto menjadi pilihan utama dan
punya peran penting saat The Gunners menjadi kampiun Premier League
musim 2003/2004 tanpa terkalahkan.
Selama memperkuat klub London Utara, Gilberto juga pernah mengangkat
titel FA Cup sebanyak dua kali. Meski begitu, di tahun 2005, ia
mengungkap niatan untuk meninggalkan Arsenal. Mathieu Flamini lantas
memperburuk keadaan saat ia mulai menjadi pilihan utama di Emirates
Stadium. Gilberto akhirnya angkat kaki menuju Panathinaikos pada tahun
2008 meski Flamini pindah ke AC Milan.
9. Sol Campbell

Sol Campbell dibawa ke Arsenal secara cuma-cuma dari rival abadi
mereka, Tottenham Hotspur, setelah berusaha meyakinkan suporter The
Lilywhites bahwa ia tidak akan pernah memperkuat The Gunners. Pada musim
pertama di Highbury, Campbell langsung sukses beradaptasi dan
mengawinkan gelar Premier League dan FA Cup.
Selama mengabdi pada Arsene Wenger, bek tangguh ini memenangi tiga
titel FA Cup dan dua trofi Premier League. Di final Champions League
2006, Campbell mampu menyumbang satu gol ke gawang Barcelona. Sayang,
mereka takluk di menit-menit terakhir. Pria Inggris ini akhirnya
hengkang ke Portsmouth di tahun 2006 dengan status
free transfer.
8. Nicolas Anelka

500 ribu poundsterling cukup untuk mendaratkan Nicolas Anelka ke
Arsenal pada tahun 1997. Sayang, Anelka sulit menembus tim utama.
Setahun kemudian, ketika Ian Wright cedera, pria Perancis ini
mendapatkan kesempatan. Ia ikut serta menjuarai FA Cup dan Premier
League pada musim 1997/1998. Di final FA Cup, gol kemenangan Arsenal
atas Newcastle United pun diciptakan oleh Anelka.
Anelka menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal dengan 17 gol pada
musim terakhir di Highbury. Saat itu ia juga terpilih sebagai PFA Young
Player of the Year. Di musim panas 1999, Anelka menyuarakan keinginan
hengkang dari kubu London Utara. Real Madrid lantas berani menebus
Anelka dengan dana sebesar 22,3 juta poundsterling.
7. Jens Lehmann

Jens Lehmann resmi berbaju Arsenal di tahun 2003 dan langsung sukses
di musim pertama saat mereka tak terkalahkan di Premier League selama
semusim. Setelah menjuarai liga, Lehmann menjadi
man of the match final FA Cup 2005 ketika Arsenal membuat Manchester United bertekuk lutut.
Lehmann sempat memecahkan rekor clean sheet Arsenal saat tak pernah
kebobolan selama 10 laga berurutan sekaligus mengantar skuat pimpinan
Arsene Wenger ke final Champions League 2006. Ketika kontraknya berakhir
di tahun 2008, penjaga gawang asal Jerman ini meneruskan karir di VfB
Stuttgart. Pada tahun 2011, Lehmann sempat kembali ke Emirates Stadium
sebelum pensiun.
6. Robin van Persie

Robin van Persie ditukar dengan uang sebesar 2,75 juta poundsterling
dari Feyenoord Rotterdam untuk menjadi pelapis Thierry Henry. Namun
kepergian Dennis Bergkamp membuat van Persie langsung menemani Henry di
lini depan. Posisi asli pria Belanda ini merupakan pemain sayap. Namun
Arsene Wenger menjadikannya seorang striker, seperti yang ia lakukan
pada Henry.
Meski sempat merasakan gelar FA Cup dan Community Shield di awal
karir bersama Arsenal, cedera kemudian membatasi penampilan van Persie.
Kepindahan Henry ke Barcelona di tahun 2007 kemudian membuatnya naik
kelas menjadi bomber utama The Gunners. Sumbangan 100 gol lebih ia
berikan untuk Arsenal sebelum membelot ke Manchester United di tahun
2012.
5. Marc Overmars

Arsene Wenger mendapatkan Marc Overmars dari Ajax Amsterdam pada
musim panas 1997 dengan bayaran sebesar 5,5 juta poundsterling. Di musim
pertama, pria berpaspor Belanda ini langsung merengkuh gelar juara
Premier League dan FA Cup. Dalam partai pamungkas FA Cup 1998, Overmars
menjadi penentu kemenangan saat menaklukkan Manchester United dengan
skor 1-0.
Namun kejayaan Overmars bersama Arsenal berakhir saat itu juga. The
Gunners gagal meraih trofi di musim-musim berikutnya. Pada tahun 2000,
Barcelona melayangkan 25 juta poundsterling kepada Arsenal untuk
mendapatkan jasa Overmars. Harga tersebut membuatnya menjadi pemain
Belanda termahal sepanjang masa.
4. Cesc Fabregas

Arsenal tak mengeluarkan dana sepeser pun kala mendapatkan jasa Cesc
Fabregas dari Barcelona. Saat berumur 16 tahun dan 177 hari, Fabregas
menjadi pemain termuda yang menyumbang gol bagi Arsenal saat membobol
gawang Rotherham United di League Cup pada Oktober 2003. Kepindahan
Patrick Vieira ke Juventus kemudian membuat Fabregas menjadi penggawa
utama di lini tengah Arsenal.
Fabregas membantu Arsenal memenangi trofi FA Cup di tahun 2005.
Setelah itu, The Gunners tak pernah merasakan gelar juara bergengsi
lagi. Lelaki Spanyol ini pernah memegang tanggung jawab sebagai kapten
The Gunners di tahun 2008 sebelum dijual kembali ke Barcelona dengan
harga 35 juta poundsterling.
3. Robert Pires

Demi mengisi posisi yang ditinggalkan Marc Overmars, Arsene Wenger
mengeluarkan dana sebesar 6 juta poundsterling untuk mendapatkan jasa
Robert Pires dari Olympique Marseille. Pires tercatat dalam sejarah
sebagai pencetak gol kemenangan Arsenal di final FA Cup 2003 kontra
Southampton. Prestasi Pires cukup mentereng di Arsenal: dua gelar
Premier League, tiga titel FA Cup dan tiga kali jadi bagian PFA Team of
the Year.
Pengabdian pria Perancis untuk The Gunners berakhir ketika Arsene
Wenger menerapkan peraturan bahwa pemain berusia 30 tahun ke atas tidak
akan ditawari perpanjangan kontrak lebih dari setahun. Di tahun 2006,
Pires pergi ke Villareal dengan status bebas transfer.
2. Patrick Vieira

Patrick Vieira mengklaim keberadaan sang kompatriot, Arsene Wenger,
di Arsenal menjadi alasan mengapa ia rela meninggalkan AC Milan.
Padahal, Vieira mendarat di Highbury sebulan sebelum Wenger resmi
melatih The Gunners. Setelah mengoleksi tiga trofi Premier League dan FA
Cup, pria Perancis ini mencetak gol penentu dari titik putih di FA Cup
2005.
Selama enam musim berurutan, 1998-2004, Vieira masuk dalam PFA Team
of the Year sebelum dijual ke Juventus dengan harga sebesar 13,75 juta
poundsterling. Wenger merasa Vieira tak bisa berdampingan dengan Cesc
Fabregas di lini tengah dan ia lebih memilih pemain muda Spanyol
tersebut.
1. Thierry Henry

Di tahun 1999, Thierry Henry menjadi pemain Arsenal setelah dibeli
dari Juventus dengan uang sebesar 10,5 juta poundsterling. Arsene Wenger
sukses mengubah Henry dari pemain sayap menjadi salah satu bomber
terhebat sepanjang sejarah Premier League. Ia sukses mengulangi prestasi
Patrick Viera dengan masuk dalam PFA Team of the Year selama enam musim
beruntun (2000-2006).
Menyusul kepindahan Vieira ke Juventus pada tahun 2005, Henry
mendapatkan warisan ban kapten dari sang kompatriot. Sayang, koleksi
gelarnya terhenti di dua trofi Premier League dan tiga titel FA Cup.
Pada tahun 2006, Henry sempat menambah prestasi pribadi dengan memenangi
Golden Boot Premier League untuk kali keempat dalam lima musim.
Musim terakhir Henry di Arsenal dirusak oleh cedera. Walau Wenger
berharap King Henry tetap bertahan di Emirates Stadium, pria Perancis
itu akhirnya hijrah ke Barcelona dengan tebusan senilai 16,1 juta
poundsterling di musim panas 2007.