Pages

Rabu, 01 Mei 2013

5 Olahraga Terpopuler di Asia


Asia adalah benua yang memiliki populasi terbesar di dunia. Adalah hal yang wajar jika penduduk di Asia menggemari beragam jenis olahraga. Ada beberapa alasan mengapa mereka menggemari satu atau lebih olahraga. Berikut adalah 5 olahraga paling populer di benua Asia:
1. Sepakbola
Sepakbola
Di urutan pertama olahraga yang paling populer di Asia adalah sepakbola. Hampir seluruh orang di Asia sangat menggemari sepakbola, terutama pada tim-tim yang berasal dari Eropa. Tak salah jika dalam beberapa tahun belakangan, Asia mnenjadi tujuan utama tur klub-klub besar Eropa saat persiapan pra musim.
2. Kriket
Kriket
Kriket adalah olahraga berikutnya yang sangat populer di Asia. Saat pertama kali dikenalkan oleh kolonial Inggris di Asia, olahraga yang dimainkan sebelah pemain ini menjadi sangat populer di negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, Bhutan dan Sri Lanka.
3. Tenis meja
Tenis meja
Tenis meja adalah olahraga yang sangat populer di Asia. Di beberapa negara seperti China, Korea Selatan dan Vietnam olahraga ini menjadi prioritas utama. Tak heran jika kita melihat deretan nama juara dunia tenis meja biasanya berasal dari Asia, khususnya China.
4. Senam (Gymnastics)
Gymnastics
Gymnastic atau yang biasa disebut senam lantai di Indonesia, adalah olahraga yang sangat populer di Asia. Di Asia, khususnya China, keterampilan senam sudah sangat populer sebelum adanya pertandingan resmi olahraga senam itu sendiri. Dalam beberapa pertunjukan seni dari negeri Tirai Bambu, dapat kita lihat unsur gerakan senam (gymnastic) menjadi hal yang utama. Olahraga senam sendiri sangat populer di negara China, Korea Utara, Korea Selatan dan beberapa negara Asia lainnya.
5. Seni Bela Diri
Seni Bela Diri
Yang terakhir, tentunya seni bela diri. Di Asia, banyak terdapat aliran seni bela diri. Hampir semua kawasan di Asia dibekali keterampilan unik dalam hal bela diri. Kita mengenal Kungfu dari China, Karate dari Jepang, Taekwondo dari Korea, Muay Thai dari Thailand hingga Silat dari Indonesia. Di Asia sendiri ada beberapa turnamen yang mempertemukan semua aliran seni bela diri. Turnamen-turnamen ini biasanya diadakan di Jepang dan China.

5 Fakta Unik Tentang Cristiano Ronaldo

15 Komentar

Share:
 
 

| Jun 09, 2011 | Kategori Sports

Dua gol yang dilesakan Cristiano Ronaldo ke gawang Villareal pada pertandingan Liga Spanyol pekan ke-37 lalu, membuat CR7 menyamai rekor Hugo Sanchez (Real Madrid) dan Telmo Zarra (Athletic Bilbao) yang mampu mencetak 38 gol dalam satu musim di La Liga. Prestasinya ini semakin mengukuhkan reputasi CR7 sebagai salah satu pemain terbaik di muka bumi. Berikut adalah 5 fakta unik mengenai Cristiano Ronaldo:
1. Nama
Ronald Reagan
Ronald Reagan, orang yang menginspirasi Jose Dini Aveiro menamai anaknya dengan nama Cristiano Ronaldo
Nama panjang CR7 adalah Cristiano Ronaldo dos Santor Aveiro. Nama ini terinspirasi oleh aktor favorite ayahnya yaitu Ronald Reagan, yang juga merupakan Presiden Amerika Serikat.
2. Ayah Cristiano Ronaldo meninggal karena alkohol
Jose Diniz Aveiro
Jose Diniz Aveiro (dua dari kiri) bersama keluarganya
Ayah Cristiano Ronaldo, Jose Diniz Aveiro meninggal di usia 52 karena alkohol. Kematian ayahnya menodai sumpah Ronaldo yang menjauhi alkohol dari hidupnya.
3. Cry Baby
Cristiano Ronaldo dijuluki Baby Cry dan Little Bee saat masih kecil
Ronaldo mempunyai kebiasaan unik saat kecil. Saat pulang sekolah ia langsung bermain bola dengan rekan-rekannya. Saat bermain bola, Cristiano Ronaldo sering menangis saat umpannya tak mampu dikonversi menjadi gol oleh rekan-rekannya. Karena perilakunya tersebut orang-orang memanggil CR7 sebagai “Cry Baby”. Selain mendapat julukan “Cry Baby”, ia juga dijuluki “Little Bee” karena tak seorang pun dapat mengejarnya saat bermain bola.
4. CR7 Boutique
CR7 Boutique
CR7 Boutique di Lisbon, Portugal
Ronaldo dikenal sebagai fashionista. Bersama kedua saudara perempuannya, ia membuka butik dengan merek CR7 di Portugal.
5. Armani Exchange dan Nike
Cristiano Ronaldo dan Armani Exchange
Ronaldo merupakan model untuk merek-merek besar seperti Armani Exchange dan Nike. CR7 dilaporkan dibayar US$ 25 juta untuk pekerjaannya sebagai model.

5 Pesepakbola Penerima Kartu Merah Tercepat

5 Pesepakbola Penerima Kartu Merah Tercepat


Kartu Merah
Dunia sepakbola tak pernah lepas dari sensasi, di dalam maupun di luar lapangan. Berikut ulasan menarik seputar pemain yang memperoleh kartu merah tercepat sepanjang sejarah perkembangan sepakbola di seluruh pelosok dunia:
1. Lee Todd (2 detik)
Rekor penerima kartu merah tercepat dipegang Lee Todd. Salah seorang pemain amatir di Inggris, memperoleh kartu merah di detik kedua pada kompetisi amatir 11 tahun silam. Penyebabnya tidak sepele, dia memarahi wasit yang meniup peluit pertama tanda pertandingan dimulai. Dia mengeluarkan umpatan dengan menyebut suara peluit itu memekakkan telinganya. Sang pemain pun langsung diusir wasit karena dianggap menggunakan kata-kata yang tidak sopan kepada perangkat pertandingan.
2. David Pratt (3 detik)
David Pratt, penyerang klub Chippenham Town (salah satu klub di Divisi Primer Wilayah Selatan Inggris), menjadi pemegang rekor selanjutnya. Dia mendapat kartu merah saat pertandingan baru berjalan tiga detik karena dianggap melakukan pelanggaran keras kepada pemain Bashley Chris Knowles. Peristiwa unik tersebut terjadi dalam salah satu laga Divisi Primer Wilayah Selatan Inggris 2008.
3. Preston Edwards (10 detik)
Preston Edwards merupakan penjaga gawang Ebbsfleet United, salah satu klub yang ikut serta dalam Conference South (divisi lima Liga Inggris). Edwards diusir wasit hanya 10 detik setelah kick off pertandingan saat memperkuat Ebbsfleet menghadapi Farnborough dua pekan lalu. Tak lama tanda kick off dibunyikan, pemain Ebbsfleet Ryan Blake mencoba melakukan backpass kepada Edwards. Akibat terlalu lemah, bola mampu direbut striker Farnborough, Kezie Ibe. Tak punya pilihan lain, Edwards lantas maju dan mencoba menghalau pergerakan Ibe. Alih-alih menyelamatkan gawangnya, Edwards justru menjatuhkan Ibe di dalam kotak penalti. Dia pun dinobatkan sebagai penjaga gawang yang menerima kartu merah tercepat sepanjang sejarah sepakbola.
4. Giuseppe Lorenzo (10 detik)
Rekor kartu merah tercepat juga diperoleh pemain Bologna, Giuseppe Lorenzo. Pada pertandingan Serie A Italia pada 1990, dia mendapat kartu merah saat pertandingan baru berjalan 10 detik. Lorenzo diganjar kartu merah setelah memukul salah satu pemain Parma.
5. Kevin Pressman (13 detik)
Setelah menyumbangkan nama Lee Todd, David Pratt, dan Preston Edwards dalam pemegang rekor penerima kartu merah tercepat, liga di Inggris juga menyumbangkan salah satu pemain lainnya, yakni penjaga gawang Sheffield Wednesday Kevin Pressman. Pressman dihukum dengan kartu merah langsung karena memegang bola secara sengaja di luar kotak penalti pada 2000 saat pertandingan baru berjalan 13 detik

Tragedi Heysel, Sejarah Paling Kelam dalam Dunia Sepakbola

Tragedi Heysel, Sejarah Paling Kelam dalam Dunia Sepakbola


Tragedi Heysel terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan sejarah buram persepak bolaan Inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya.
Karena peristiwa ini pula tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5 tahun lamanya. Peristiwa ini bermula dari fans masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus. Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi.
Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.
Meskipun terjadi peristiwa yang mengenaskan dengan jumlah korban yang begitu besar, panitia memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan. Kick off dilakukan setelah kapten kedua kesebelasan meminta penonton untuk tenang. Alasan lain adalah untuk meredam atmosfer kerusuhan yang mulai menyebar.
Tifosi Ultras Juventus di bagian lain stadion sempat akan melakukan pembalasan. Mereka mencoba untuk bergerak ke arah pendukung Liverpool namun berhasil dicegah satuan keamanan. Dengan dimulainya pertandingan maka suasana bisa mulai dikendalikan.
Pertandingan itu sendiri dimenangi Juventus dengan hasil akhir 1 – 0. Michel Platini mencetak gol semata wayang Juventus dari titik penalti setelah Michael Platini dilanggar oleh pemain Liverpool.
Korban
39 suporter sepak bola meninggal dalam peristiwa ini, 32 suporter Juventus, 4 orang warga negara Belgia, 2 orang Perancis serta seorang Irlandia.
Sebuah tugu peringatan Tragedi Heysel didirikan dengan biaya £140,000. Diresmikan tepat 20 tahun setelah kejadian tersebut, 29 Mei 2005. Berbentuk jam matahari, tugu tersebut dihiasi dengan batu-batuan yang berasal dari Italia dan Belgia.
Sebuah puisi “Funeral Blues” oleh penyair Inggris W. H. Auden melengkapi simbolisasi kesedihan tiga negara. 39 lampu bersinar untuk setiap korban Heysel. Tugu peringatan ini didesain oleh seniman Perancis Patrick Remoux.
Perdelapan final Liga Champions 2005 mempertemukan kedua tim. The Kop, di Liverpool mengkoordinasikan sebuah koreografi mosaik bertuliskan “Amicizia” ditujukan kepada para suporter Juventus yang memadati Anfield.
Artinya persahabatan, sebuah permohonan maaf kepada tifosi Juventus. Sebagian tifosi menyambutnya, namun tidak sedikit pula yang menolaknya karena rentang waktu uluran persahabatan tersebut terlalu lama, 20 tahun sejak tragedi Heysel pecah.



5 Tangan Pesepakbola yang paling dibenci

5 Tangan Pesepakbola yang paling dibenci


Dalam duni sepak bola, “campur tangan” kaki dalam mencetak atau menggagalkan sebuah gol adalah kebenaran. Namun, jika pemain mencetak atau menggagalkan gol dengan tangannya menjadi kenyataan yang dibenci. Berikut 5 pemain paling dibenci lantaran campur tangannya dalam lahir atau menggagalkan sebuah gol.
1. Tangan Diego Maradona (Argentina)
Inggris vs Argentina, Perempatfinal Piala Dunia 1986
Diego Armando Maradona menjadi public enemy penggila sepak bola di Inggris setelah gol “tangan Tuhan” dilakukannya ke gawang Peter Shilton di perempatfinal Piala Dunia 1986 Meksiko. Perjalanan Argentina semakin sempurna dengan merebut Piala Dunia untuk kedua kalinya. Sementara bagi Inggris, kejahatan Maradona menjadikannya tersingkir sekaligus mengubur impian The Three Lions untuk merebut gelar untuk kali kedua.
2. Tangan Thierry Henry (Prancis)
Irlandia vs Prancis, Play-off Piala Dunia 2010
Mimpi Irlandia untuk berlaga di Piala Dunia 2010 harus terkubur akibat ulah kapten Prancis, Thierry Henry. Dua kali handball dilakukan Henry sebelum mengirimkan umpan pada William Gallas dan berujung gol. Gol tersebut membuat Irlandia tersingkir di babak play-off karena kalah 2-1. Walaupun sudah melayangkan permintaanmaafnya, namun Henry tetap dianggap public enemy di seantero Irlandia.
3. Tangan Luis Suarez (Uruguay)
Ghana vs Uruguay, perempatfinal Piala Dunia 2010
Jika saja Luis Suarez tidak menahan bola dengan tangannya, bukan tidak mungkin, Ghana menorehkan sejarah untuk pertamakalinya tampil di semifinal Piala Dunia 2010. Namun sejarah yang seharusnya sudah dalam genggaman sirna ketika Luis Suarez menahan bola yang menuju ke gawangnya. Walaupun Ghana memperoleh penalti, namun tendangan Asamoah Gyan gagal, dan Uruguay menang melalui drama adu penalti untuk memastikan ke semifinal.
4. Tangan John Collins (Skotlandia)
Skotlandia vs Belanda, Penyisihan Grup Piala Eropa 1996
Belanda nyaris saja teringkir dari penyisihan grup Piala Eropa 1996 saat timnya hanya bermain imbang 0-0 melawan Skotlandia. Padahal dalam pertandingan tersebut sebuah tendangan Ronald de Boer sudah berada di garis gawang. Namun bola digagalkan John Collins dengan tangannya. Belanda akhirnya terselamatkan Inggris yang mengalahkan Skotlandia 2-0. Belanda lolos ke putaran final berkat unggul selisih gol atas Skotlandia.
5. Tangan Joe Jordan (Skotlandia)
Skotlandia vs Wales, Kualifikasi Piala Dunia 1977
Sebelum John Collins menggagalkan tendangan Ronald de Boer yang nyaris menjadi gol, tangan pemain Skotlandia yang menuai kebencian adalah Joe Jordan. Dalam babak play-off Piala Dunia 1978 di Anfield Stadium, Jordan melakukan handball di dalam kotak penalti Wales. Namun wasit Robert Wurtz (Prancis) menunjuk penalti untuk Skotlandia yang menduga pemain belakang Wales, David Jones yang melakukan handball. Jordan selaku penendang penalti menuntaskan tugasnya dengan baik, sekaligus mengubur mimpi Wales berlaga di Argentina ’78.

5 Skateboarder Terbaik di Dunia

5 Skateboarder Terbaik di Dunia


Sebagai salah satu olahraga ekstrem yang memiliki hari peringatan dunia pada 21 Juni, olahraga skateboard tentu memiliki figur panutan. Figur tersebut, baik rookie maupun veteran, kini banyak disebut-sebut sebagai skateboarder terbaik di dunia. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut ini:
1. Tony Hawk
Takkan ada yang membantah kehebatan seorang Tony Hawk. Dia disebut-sebut sebagai bapak skater dunia dan orang pertama yang bisa menuntaskan trick 900, yang semula dianggap mustahil dilakukan. Meski banyak prestasi yang ditorehnya, Hawk juga pendiri program amal bertajuk Athletes for hope.
2. Chris Cole
Cole memperoleh anugerah Street Skater tahun 2006 dari Transworld Skateboarding Magazine. Dia juga memenangkan penghargaan best street trick pada Tampa Pro Contest di tahun 2004. Dia juga menuntaskan dengan sempurna sejumlah tantangan pada X Games kategori Street skating, selain memperoleh medali emas pada kategori tersebut pada tahun 2006 dan 2007.
3. Andrew Reynolds
Pria ini juga kerap disebut skataboarder Amerika terbaik, sekaligus pemilik merek skate terkenal, Baker Skateboards. Reynolds sudah memperoleh penghargaan Skater of the Year dari Thrasher Magazine pada saat umurnya baru menginjak 20 tahun! Dia memang dikenal skill mumpuni dan lompatan yang sulit. Reynolds memperoleh medali perak pada X Games tahun 2004.
4. Bob Burnquist
Burnquist adalah ranking pertama dalam 2008 Pro Verta Rankings yang dirilis World Cup Skateboarding.Pria Brasil ini juga memperoleh medali emas dalam kontes vert X Games tahun 2001. Dia juga disebut satu-satunya skateboard yang bisa melampui sebuah loop ramp yang memiliki pemisah di antara keduanya.
5. Eric Koston
Koston adalah pemenang medali emas X Games tahun 2003 yang telah menekuni olahraga ini sejak usia 16 tahun. Di tahun 2005, dia masuk dalam daftar Top 15 Most Loved Skaters yang dirilis Thrasher Magazine. Kini, dia juga pemilik merek produk skate ternama, Fourstar.

Rekam Jejak Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia

Rekam Jejak Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia


Perjalanan Indonesia menuju Piala Dunia sebenarnya telah dimulai sejak Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Saat even akbar ini digelar di Prancis 1938, Indonesia dengan nama Hindia Belanda berhasil lolos ke babak utama setelah sebelumnya menang WO atas India di babak kualifikasi.
Sayang Indonesia harus tersingkir di babak pertama oleh Hungaria dengan skor telak 0-6. Sejak saat itu Indonesia tak pernah lagi melaju hingga ke putaran final even olahraga terakbar sejagad raya tersebut.
Indonesia sempat walk out pada babak kedua Pra Piala Dunia 1958. Pemicunya adalah kehadiran Israel pada grup yang dihuni Indonesia. Saat itu Tim Merah Putih mundur karena tidak mengakui kedaulatan negara Israel.
Pencapaian terbaik Indonesia adalah di Pra Piala Dunia 1986. Saat itu Indonesia termasuk dalam empat tim terbaik zona B AFC atau wilayah Asia Timur. Sayang langkah timnas dihentikan Korea Selatan dengan agregat 1-6.
Berikut Jejak Langkah Indonesia di Pra Piala Dunia :
Pra Piala Dunia 1938 (dengan nama Hindia Belanda)
Hindia Belanda vs India, menang WO langsung lolos putaran final
Putaran Final Piala Dunia 1938 Prancis
5 Juni 1938 (babak pertama) Hindia Belanda 0-6 Hungaria
Pra Piala Dunia 1958
(babak preliminary) Indonesia vs Taiwan, menang WO
Babak pertama kualifikasi AFC/CAF
Indonesia berada di grup 1 bersama Cina dan Hong Kong. Hong Kong mengundurkan diri
- 12 Mei 1957 Indonesia 2-0 China
- 2 Juni 1957 Cina 4-3 Indonesia
- 23 Juni 1957 (play off) Indonesia 0-0 China
(Indonesia lolos ke babak kedua unggul selisih gol)
- Babak kedua Indonesia segrup dengan Sudan, Mesir, dan Israel. Indonesia mengundurkan diri karena tidak mengakui kedaulatan negara Israel.
Pra Piala Dunia 1962
Indonesia satu grup dengan Korea Selatan dan Jepang, dan langsung mengundurkan diri
Pra Piala Dunia 1974
Indonesia tergabung dalam zona B grup 2 kualifikasi AFC/OFC bersama Irak, Australia, dan Selandia Baru.
- 11 Maret 1973 Indonesia 1-1 Selandia Baru
- 13 Maret 1973 Australia 2-1 Indonesia
- 16 Maret 1973 Irak 1-1 Indonesia
- 18 Maret 1973 Indonesia 1-0 Selandia Baru
- 24 Maret 1973 Australia 6-0 Indonesia
(Indonesia finish di posisi 3 dengan 4 poin hasil 1 menang, 2 imbang, 3 kalah dan gagal melaju ke babak selanjutnya)
Pra Piala Dunia 1978
Indonesia tergabung di grup 1 bersama Hong Kong, Thailand dan Singapura
- 28 Februari 1977 Indonesia 1-4 Hong Kong
- 3 Maret 1977 Indonesia 0-0 Malaysia
- 7 Maret 1977 Indonesia 2-3 Thailand
- 9 Maret 1977 Singapura 0-4 Indonesia
Pra Piala Dunia 1982
Indonesia tergabung di grup 1 zona AFC/OFC bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji.
- 11 Mei 1981 Indonesia 0-2 Selandia Baru
- 20 Mei 1981 Australia 2-0 Indonesia
- 23 Mei 1981 Selandia Baru 5-0 Indonesia
- 31 Mei 1981 Fiji 0-0 Indonesia
- 15 Juni 1981 Indonesia 1-0 Taiwan
- 28 Juni 1981 Taiwan 2-0 Indonesia
- 10 Agustus , 1981 Indonesia 3-3 Fiji
- 30 Agustus 1981 Indonesia 1-0 Australia
(Indonesia finish di posisi 3 dengan 6 poin hasil 2 menang, 2 seri, 4 kalah dan gagal melaju ke babak selanjutnya)
Pra Piala Dunia 1986
Babak pertama, Indonesia tergabung dalam grup 3B AFC Zona B bersama India, Thailand, Bangladesh
- 15 Maret 1985 Indonesia 1-0 Thailand
- 18 Maret 1985 Indonesia 2-0 Bangladesh
- 21 Maret 1985 Indonesia 2-1 India
- 29 Maret 1985 Thailand 0-1 Indonesia
- 2 April 1985 Bangladesh 2-1 Indonesia
- 6 April 1985 India 1-1 Indonesia
Indonesia lolos ke babak kedua sebagai juara grup dengan 9 poin. Di babak kedua, yang merupakan empat tim terbaik Asia Timur, Indonesia bertemu Korea Selatan dengan format kandang-tandang.
- 21 Juli 1985 Korea Selatan 2-0 Indonesia
- 30 Juli 1985 Indonesia 1-4 Korea Selatan
- Korea Selatan lolos, agregat 6-1
Pra Piala Dunia 1990
Babak pertama Indonesia tergabung dalam grup 6 zona AFC bersama Korea Utara, Jepang, dan Hong Kong
- 21 Mei, 1989 Indonesia 0-0 Korea Utara
- 28 Mei 1989 Indonesia 0-0 Japan
- 4 Juni 1989 Hong Kong 1-1 Indonesia
- 11 Juni 1989 Japan 5-0 Indonesia
- 25 Juni 1989 Indonesia 3-2 Hong Kong
- 9 Juli 1989 Korea Utara 2-1 Indonesia
Indonesia finish di posisi 3 dan gagal melangkah ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 1994
Babak pertama Indonesia bergabung dengan Korea Utara, Qatar, Singapura, dan Vietnam dalam grup C zona AFC
- 9 April 1993 Qatar 3-1 Indonesia
- 13 April 1993 Indonesia 0-4 Korea Utara
- 16 April 1993 Indonesia 0-1 Vietnam
- 18 April 1993 Indonesia 0-2 Singapura
- 24 April 1993 Indonesia 1-4 Qatar
- 28 April 1993 Indonesia 1-2 Korea Utara
- 30 April 1993 Indonesia 2-1 Vietnam
- 2 Mei 1993 Singapura 2-1 Indonesia
Indonesia finish di posisi 4 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 1998
Indonesia tergabung dalam grup 5 zona AFC bersama Uzbekistan, Yaman, dan Kamboja
- 6 April 1997 Indonesia 8-0 Kamboja
- 13 April 1997 Indonesia 0-0 Yaman
- 27 April 1997 Kamboja 1-1 Indonesia
- 1 Juni 1998 Indonesia 1-1 Uzbekistan
- 13 Juni 1997 Yaman 1-1 Indonesia
- 20 Juni 1997 Uzbekistan 3-0 Indonesia
Indonesia finish di posisi 3 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 2002
Indonesia tergabung di grup 9 bersama Cina, Maladewa , dan Kamboja
- 8 April 2001 Indonesia 5-0 Maladewa
- 22 April 2001 Indonesia 6-0 Kamboja
- 29 April 2001 Kamboja 0-2 Indonesia
- 6 Mei 2001 Maladewa 0-2 Indonesia
- 13 Mei 2001 China 5-1 Indonesia
- 27 Mei 2001 Indonesia 0-2 China
Indonesia finish di posisi 2 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 2006
Indonesia langsung lolos ke babak kedua, tergabung di grup 8 bersama Arab Saudi, Turkmenistan, dan Sri Lanka
- 18 Februari 2004 Arab Saudi 3-0 Indonesia
- 31 Maret 2004 Turkmenistan 3-1 Indonesia
- 9 Juni 2004 Indonesia 1-0 Sri Lanka
- 8 September 2004 Sri Lanka 2-2 Indonesia
- 12 Oktober 2004 Indonesia 1-3 Arab Saudi
- 17 November 2004 Indonesia 3-1 Turkmenistan
Indonesia finish di posisi 3 dan gagal melaju ke babak selanjutnya
Pra Piala Dunia 2010
Babak pertama, Indonesia menang WO melawan Guam
Babak kedua, Indonesia bertemu Suriah dalam format kandang-tandang
- 9 November 2007 Indonesia 1-4 Suriah
- 18 November 2007 Suriah 7-0 Indonesia
- Suriah lolos ke babak ketiga, agregat 11-1
Pra Piala Dunia 2014
Indonesia langsung lolos babak kedua dan berjumpa Turkmenistan dalam format kandang-tandang
- 23 Juli 2011 Turkmenistan 1-1 Indonesia
- 28 Juli 2011 Indonesia 4-3 Turkmenistan
 

Blogger news

Blogroll

About