Pages

Kamis, 10 Oktober 2013

Lima Duet Penyerang Paling Mematikan di Eropa

Sudah jarang ditemukan di klub-klub besar
Memainkan dua penyerang sekaligus mungkin sudah menjadi masa lalu bagi klub-klub Eropa. Sekarang, mereka lebih banyak mengandalkan satu penyerang yang didukung oleh gelandang yang bermain dibelakangnya. Namun, hal tersebut tidak berarti penggunaan dua penyerang sudah tidak lagi efektif. Masih ada klub yang bermain dengan gaya ini dan duet tersebut menunjukkan penampilan gemilang.
Berikut ini daftar lima duet penyerang paling mematikan di Eropa. Selamat membaca!

Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani (Paris Saint-Germain)

duets-3
Duet dua penyerang yang dianggap terbaik saat ini memang belum menunjukkan penampilan yang meyakinkan. Sementara Cavani sudah mencetak empat gol dari delapan pertandingan, penambilan Ibra menurun drastis dari musim lalu. Namun, ia menikmati peran barunya sebagai ‘pelayan’ Cavani dengan tiga assist serta menghasilkan 18 peluang. Duet penyerang yang saling melengkap tentu diharapkan oleh PSG akan semakin padu hingga akhir musim.
Falcao dan Emmanuel Riviere (AS Monaco)
duets-4
Tidak semua duet penyerang hebat harus membuat timnya mengeluarkan banyak uang, dan itulah yang terlihat pada Falcao dan Riviere. Falcao memang memecahkan rekor transfer Monaco, namun Riviere tidak membuat Monaco menggelontorkan uang banyak. Performa keduanya pun terbilang memuaskan, enam gol dari tujuh pertandingan untuk Riviere dan tujuh gol dari delapa pertandingan untuk Falcao.
Luis Suarez dan Daniel Sturridge (Liverpool)
duets-1
Mungkin inilah duet penyerang yang paling diidam-idamkan fans Liverpool setelah Ian Rush dan Robbie Fowler. Kembalinya Suarez setelah menyelesaikan sanksi sepuluh pertandingannya akan meringankan beban Sturridge. Dan hal tersebut sudah terlihat di pertandingan melawan Sunderland, Minggu (29/9) dimana keduanya saling mengerti permainan duetnya.
Wayne Rooney dan Robin van Persie (Manchester United)
duets-5
Duet pemain Inggris dan Belanda ini merupakan harapan United dalam urusan mencetak gol. Rooney akan bertugas sebagai peracik peluang sementara van Persie akan menyelesaikan pekerjaan Rooney tersebut dengan eksekusinya. Sejauh ini, diantara kedua pemain sudah terjadi enam gol. Tentu David Moyes berharap performa keduanya akan meningkat dan memberi kontribusi signifikan pada tim.
Diego Costa dan David Villa (Atletico Madrid)
duets-2
Mungkin inilah duet penyerang paling mengejutkan musim ini. Kedatangan Villa ke Atletico membuat permainan Costa semakin berkembang dan kini menjadi salah satu penyerang paling diwaspadai di Eropa. Total, kedua pemain sudah menghasilkan sepuluh gol dan dua assist di La Liga, Costa dengan delapan gol dan satu assist dan sisanya dilengkapi oleh Villa.

Melihat Perkembangan Jerman di Tangan Joachim Loew

Piala Dunia Brasil akan bergulir pada bulan Juni tahun depan, inikah kesempatan Jerman mengangkat trofi?
Pada saat ia diangkat sebagai pelatih Jerman pada tanggal 12 Juli 2006, revolusi Joachim Loew sudah berlangsung. Pria asal Schoenau, Jerman, menghabiskan waktu selama dua tahun untuk bekerja sebagai asisten pelatih Jurgen Klinsmann, menyuntikkan bakat-bakat muda ke dalam skuat Die Mannschaft dan melakukan pendekatan taktis untuk menampilkan permainan yang jauh lebih dinamis dan berorientasi serangan.
Dengan Klinsmann sebagai motivator karismatik dan Loew sebagai otak taktis, nama-nama seperti Lukas Podolski, Bastian Schweinsteiger dan Philipp Lahm semakin diandalkan, dan menjadi dasar dari perjalanan sepakbola Jerman berikutnya.
loew-in1
Hilang sudah pemain veteran seperti Dietmar Hamann, Christian Ziege, Christian Woerns dan Jens Jeremies. Kemudian datang generasi yang lebih canggih layaknya Per Mertesacker dan Marcell Jansen.
Jerman bermain atraktif, memainkan sepakbola menarik di Piala Dunia 2006 sebelum dikalahkan Italia di semifinal. Dan ketika Klinsmann memilih untuk tak memperpanjang kontraknya usai turnamen empat tahunan itu, Loew diberikan tanggung jawab penuh untuk menangani Die Mannschatf.
Periode 2006-2008 begitu banyak perubahan dalam turnamen sepakbola level Eropa. Zinedine Zidane tak lagi memperkuat Perancis, Fabio Cannavaro dan mayoritas skuat Italia yang menjuarai Piala Dunia dua tahun sebelumnya telah mencapai puncaknya.
Jelang Piala Eropa, Jerman menjadi salah favorit, meskipun dengan skuat yang tak paten. Bern Schneider cedera dan Schweinteiger tak bermain di performa terbaiknya, bek kanan Clemens Fritz dipromosikan ke lini tengah pada awal turnamen.
Jerman bermain di bawah performa sepanjang turnamen, dan Loew terpaksa membuat perubahan. Kegagalan Jansen untuk tampil mengesankan di bek kiri memaksanya memindahkan Lahm untuk menutupi posisi Jansen. Arne Friedrich, yang biasa bermain di bek tengah, di plot di sisi kanan pertahanan. Di sisi lain, Mario Gomez tampil buruk dan membuat Loew mengubah formasi dari 4-4-2 ke 4-2-3-1, dengan gelandang Thomas Hitzlsperger menggantikan posisi Gomez.
loew-in2
Euro 2008 terbukti datang terlalu cepat untuk Jerman untuk menampilkan potensi terbaik mereka, meskipun Die Mannschaft berhasil melaju ke final, mereka akhirnya takluk di tangan Spanyol.
Loew telah mengubah Jerman sejak tahun 2006. Formasi 4-4-2 diganti dengan formasi 4-2-3-1, di mana Podolski dipindahkan dari striker ke sayap kiri. Jerman melakukan serangan balasan, dengan Podolski di sayap dan bergerak ke tengah untuk mendorong bola ke depan. Jerman tampak lebih berbahaya di tahun 2008 dibanding 2006.
Transisi pasca-Euro 2008 dengan Piala Dunia 2010 merupakan periode yang menentukan bagi Loew. Jerman U-21 berhasil memenangi Piala Eropa 2009 dan banyak bintang dari skuat muda itu yang cepat dipromosikan. Mesut Ozil segera masuk ke dalam tim pertama dan menjadi motor serangan Jerman, visi yang dimilikinya membawa tim ke level baru.
germany ins1Kematian tragis Robert Enke pada November 2009 membawa Loew untuk mencari penggantinya, dengan nama Rene Adler diplot menjadi nomor satu Jerman dan juara Euro U-21 Manuel Neuer sebagai pelapisnya. Schweinsteiger yang semula bermain di sayap kini ditempatkan di posisi tengah, ditambah munculnya Thomas Mueller dan Jerome Boateng memberikan Loew kesempatan untuk bereksperimen.
Pada pertandingan persahabatan bulan Maret kontra Argentina, Loew menempatkan Schweinsteiger besama Ballack di lini tengah untuk pertama kalinya. Thomas Mueller diberi caps pertamanya sebagai starter di sayap kanan, penggawa Bayern Munchen ini kemudian digantikan oleh Toni Kroos, yang juga membuat debutnya untuk tim nasional. Jerman kalah 1-0, tapi potensi-potensi gemilang telah menunggu di depan.
Bencana datang menghampiri Jerman beberapa minggu jelang Piala Dunia. Adler terpaksa absen karena cedera tulang rusuk, dan lini tengah, yang dihuni Ballack, Simon Rolfes serta Heiko Westermann juga mengalami masalah serupa. Hanya memiliki sedikit pilihan, Loew menggantikan Adler dengan Neuer dan membawa Sami Khedira untuk bermain bersama Schweinsteiger di Piala Dunia.
Skuat Piala Dunia termuda Jerman dalam 76 tahun harus berjuang dengan krisis pemain yang menerpa. Namun, mereka mampu bermain cantik dan mematikan melalui serangan balik. Mereka menghancurkan Inggris untuk meraih kemenangan 4-1 di babak 16 besar.
Sejalan dengan filosofi modern pelatih asal Jerman seperti Jurgen Klopp dan Mirko Slomka, Loew menekankan gaya permainan ofensif dan kinerja defensif kepada seluruh pemain. Formasi 4-2-3-1 berubah menjadi 4-4-1-1.
Penampilan Jerman mulai mengalami perkembangan sejak tahun 2008, saat mereka bertemu Spanyol. Semifinal bukanlah hasil buruk, tapi mereka kehilangan Mueller yang harus menjalani masa penangguhan (kemudian dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak turnamen), dan sundulan Carles Puyol sudah cukup membawan Tim Matador keluar sebagai pemenang.
Meskipun menelan kekalahan memilukan, Jerman bertekad bangkit. Harapannya di Euro 2012, mereka akan menjadi dewasa, mapan dan lebih siap. Loew awalnya sempat ragu apakah ia akan tetap menjadi pelatih Jerman, namun ia memutuskan untuk tetap bertahan. “Pembangunan baru saja dimulai,” ucap Loew.
Dan memang, 2010 hanyalah sebuah awal. Setelah Piala Dunia, Loew makin memberikan kepercayaan kepada pemain muda dibanding sebelumnya dan berhasil membangun skuat Jerman layaknya sebuah klub. Pelatih memilih para pemainnya tak didasarkan pada penampilan sementara tetapi pada penilaian kelas mereka dan potensi jangka panjang. Di bulan November pada pertandingan persahabatan melawan Swedia, ia memberikan caps pertama kepada Lewis Holtby, Andre Schuerrle dan Mario Goetze. Pemain lain seperti Marko Marin, Kevin Grosskreutz, Marcel Schmelzer, Mats Hummels dan Andreas Beck juga diberi kesempatan. Dan Jerman tak terlihat buruk saat mereka ditahan imbang tanpa gol di Gothenburg.
germany raw ins5
Kinerja Jerman di Piala Dunia memberikan pandangan berbeda kepada lawan-lawan mereka. Serangan balik tidak menjadi pilihan. Loew terus menekankan transisi cepat, tapi itu semakin sulit karena lawan Jerman melihat kurangnya penguasaan bola.
Loew sempat mengungkapkan filosofi permainannya, “Ruang di lapangan menjadi lebih kecil, waktu untuk bertindak langka karena skill individu adalah faktor yang paling penting dalam latihan, lebih penting daripada sebuah formasi.
“Kami perlu membuat yang sederhana menjadi sangat istimewa : lewat permainan, waktu, menekan dan menjebak, permainan tanpa bola, bagaimana kami berurusan dengan situasi satu lawan satu, bagaimana kami dengan cepat menemukan solusi dalam ruang sempit.”
“Jika Anda ingin memenangi gelar di level tertinggi, faktor penting lainnya berperan.”
Jelang Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina, di atas kertas  Jerman memiliki skuad terbaik dalam beberapa tahun dan bisa dibilang yang terbaik di seluruh kompetisi. Sayangnya, Goetze dan Klose hanya mendapatkan sedikit waktu latihan setelah kembali dari cedera. Schweinsteiger harus menggunakan penahan rasa sakit setelah mengalami cedera pergelangan kaki yang sampai hari ini terus membatasi penampilannya (ia hanya bermain di satu pertandingan untuk negara sejak pertengahan Oktober 2012).
germany ins4
Juga penting adalah fakta Jerman hampir tidak punya waktu untuk berlatih bersama sebelum turnamen dimulai. Bayern Munchen harus melakoni pertandingan persahabatan dengan Belanda pada tanggal 22 Mei, menunda kedatangan banyak bintang ke dalam skuad Jerman. Real Madrid juga menahan Mesut Ozil dan Sami Khedira untuk ikut dalam laga persahabatan di Kuwait .
Energi yang tanpa batas dan kerja sama tim yang luar biasa dari Jerman pada tahun 2010 hilang dua tahun kemudian. Schweinsteiger dan Mueller bermain di bawah performa. Reus dianggap tidak siap untuk menjadi starter. Kroos  lebih sering dibangku cadangan. Meskipun Gomez mencetak tiga gol di babak penyisihan grup, ia belum juga padu dengan Ozil. Satu-satunya yang bermain cukup baik saat itu adalah Khedira dan Mats Hummels.
Jerman ditempatkan di “Grup Maut” dengan Portugal , Belanda dan Denmark, namun mereka berhasil lolos. Mereka bermain luar biasa saat mengalahkan Yunani di perempat final. Tapi di semifinal, semuanya berjalan mengecewakan.
germany raw ins2
Dihadapkan dengan tugas mematikan pergerakan Andrea Pirlo di tengah, Loew memilih untuk memainkan Kroos sebagai gelandang dengan formasi 4-3-3 yang membuat Ozil bermain di sayap kanan. Awal pertandingan berjalan cukup netral, tapi bencana melanda Die Mannschaft pada 20 menit ketika Hummels tak mampu menahan Antonio Cassano, yang kemudian memberikan umpan silang kepada Mario Balotelli untuk membuka keunggulan. Italia menggandakan keunggulan mereka pada menit 36 ​​saat Balotelli lolos dari jebakan offside. Azzurri kemudian memenangi laga dengan skor 2-1. Penalti Ozil hanyalah hiburan bagi Jerman.
Loew kemudian mengakui dirinya bertanggung jawab atas kekalahan Jerman. Meskipun media mengkritiknya karena ketidakmampuan menampilkan permainan taktis, kesalahan individu dari Hummels dan Lahm juga membuat perbedaan. Dan ketika skor menjadi 2-0 , Jerman tak punya pilihan selain bertahan.
Sejak Euro 2012,  penampilan Jerman turun dramatis. Kekalahan 3-1 kontra Argentina dalam sebuah pertandingan persahabatan datang enam minggu setelah takluk dari Italia. Pada bulan Oktober 2012, Jerman mengalahkan Swedia 4-0 sebelum hanya mampu mendapat hasil imbang di kualifikasi Piala Dunia. Die Mannschaft hanya memenangi delapan dari 14 pertandingan sejak Euro 2012, hasil mengecewakan mengingat rekor 15 kemenangan beruntun yang mereka miliki saat itu.
Menyusul kekalahan Jerman dari Italia Loew menegaskan, “Kami akan terus bermain dengan cara yang kami seperti tahun-tahun sebelumnya.” Dan memang , timnya hampir tak terlihat berbeda dalam komposisi dan gaya bermain di 2012.
Cara ini membuat masalah bagi Loew, yang mendapat kritik karena menolak untuk memasukkan nama Stefan Kiessling bahkan setelah penggawa Leverkusen dinobatkan pencetak gol terbanyak di Bundesliga musim lalu. Dan dengan Klose yang akan berusia 36 sebelum Piala Dunia 2014 dimulai, pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikannya dalam jangka panjang merupakan masalah serius.
germany raw ins3
Ketidakmampuan Gomez menyatu dengan Ozil di Euro 2012 membuat striker Fiorentina menjadi pilihan yang kurang ideal. Meskipun Loew bisa menurunkan striker ortodoks seperti Max Kruse dan Mario Goetze, itu akan menjadi perjudian di sebuah turnamen besar. Ini adalah pertanyaan terbesar di wajah pelatih Jerman saat ia tengah mempersiapkan skuatnya untuk melangkah ke Brasil.
Di tahun-tahun sebelumnya, Loew mampu menjawab masalah serius dalam waktu jauh lebih sedikit dan ia terbukti sukses besar. Mungkin ia akan melakukan hal itu sekali lagi jelang turnamen Juni mendatang. Tapi tekanan jauh lebih besar saat ini, kritik media dan beban harapan bisa melelehkan kredibilitas yang ia bangun selama bertahun-tahun. Loew telah merevolusi sepak bola Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Tapi kemungkinan ia hanya memiliki satu kesempatan terakhir untuk melihat hasil kerjanya sebagai pelatih salah satu tim sepakbola terbaik dunia.
Brasil adalah kesempatan terakhirnya.

Lima Kegagalan Inggris Melaju ke Turnamen Besar

Pemain bintang tak menjamin perjalanan mulus ke turnamen besar
Inggris akan menjamu Montenegro dan Polandia dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang menentukan langkah mereka menuju ke Brazil tahun depan. Bagi Roy Hodgson, kegagalan membawa timnya lolos ke gelaran tahun depan tentu makin mempertegas Inggris sebagai negara yang penuh bintang namun minim prestasi. Tugas berat kini diemban Hodgson dan skuatnya untuk membawa The Three Lions berlaga bersama tim-tim dari belahan dunia lainnya tahun depan.
Sayang, sejarah tidak sepenuhnya memihak Inggris. Di beberapa pertandingan penting, Inggris justru melempem dan gagal melaju ke turnamen besar setelah sebelumnya diunggulkan karena kualitas pemain yang dimiliki.
Berikut ini lima kegagalan bersejarah Inggris melaju ke turnamen besar
i2 i2-1 i2-2 i2-3 i2-4

Apabila Tim Ini Nyata, Mampukah Menembus Piala Dunia?

Berisi pemain-pemain yang dilupakan pelatih timnasnya
Roy Hodgson mungkin mengalami kesulitan dalam menentukan 23 pemain yang akan ia bawa dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 karena minimnya pemain berbakat Inggris. Namun, beberapa pelatih justru tidak membawa beberapa pemain yang dianggap pantas membela timnasnya dan tetap memakai muka-muka lama yang lebih lama berada di timnya.
Berikut ini skuat yang berisi pemain-pemain ‘buangan’ dari timnasnya masing-masing. Dilihat dari pemain yang mengisinya, bisa dibilang tim ini memiliki kualitas untuk bermain di Piala Dunia, tentunya apabila tim ini benar-benar nyata.
Starting XI:
i3 i3-1 i2-5 i2-6 i2-7 i2-8 i2-9 i2-10 i2-11 i2-12 i2-13 i2-14

Ozil Tak Merasa Tertekan

Meski dibanderol mahal, 42 juta pound, playmaker Jerman mengaku tak memiliki tekanan apapun. Playmaker Arsenal Mesut Ozil mengatakan dirinya tak merasa tertekan dengan banderol harga 42 juta pound yang disematkan untuk dirinya. Penggawa Tim Nasional Jerman, yang hijrah dari Real Madrid di penghujung bursa transfer musim panas, mengatakan setiap tekanan yang ia rasakan datang dari dirinya sendiri.
“Umumnya saya merasa sangat sedikit tekanan,” ucap pemain berusia 24 tahun seperti dikutip Sportsmole. “Saya melakukan apa yang paling saya nikmati dan apa yang saya lakukan adalah yang terbaik.
ozil-in
“Saya mencintai pekerjaan saya, jadi saya berharap untuk tampil baik di setiap pertandingan dan tak peduli dengan apa yang orang lain ucapkan atau tulis mengenai saya.
“Tekanan yang saya rasakan, terutama karena saya memiliki harapan yang tinggi untuk diri saya sendiri, tapi saya bisa mengatasi tekanan dengan sangat baik dan menyembunyikan semuanya dengan sangat baik.”
Ozil tengah bergabung dengan skuat Jerman jelang kualifikasi Piala Dunia melawan Republik Irlandia dan Swedia.

Benarkah Mourinho Adalah Manajer Terbaik Real Madrid Sepanjang Sejarah?

Merujuk pada pemecahan rekor poin dan gol musim 2011-2012 Pernyataan kontroversial kembali keluar dari mulut pelatih asal Portugal, Jose Mourinho. Menurut pria yang kini menangani Chelsea tersebut ia adalah manajer terbaik mantan klubnya, Real Madrid, sepanjang sejarah klub tersebut. “Siapakan manajer terbaik Real Madrid sepanjang sejarah? Tentu saja itu adalah aku,” tutur Mourinho dlansir dari Marca pada Selasa (1/10). “Seratus poin, 121 gol, juara mengalahkan tim terbaik Barcelona. Aku adalah orang itu.”
ia
“Tim yang aku asuh selalu menjadi tim hebat. Timku selalu memecahkan rekor gol. Aku adalah juara dari pemilik rekor terbanyak. Dan itulah tempatku di sejarah,” tambah Mourinho. Pria asal Portugal memang tidak lagi diragukan kemampuannya. Dua gelar Premier Leaguae berturut-turut dan memecahkan rekor poin terbanyak di PL pada musim 2004/05 ditambah dengan mengalahkan Barcelona dalam perebutan gelar La Liga yang memecahkan rekor poin sekaligus gol terbanyak yang dicetak.
“Real Madrid adalah tim yang defensif? Kami mencetak 121 gol dan 100 poin. Chelsea asuhanku adalah tim bertahan? Tapi kami masih memegang rekor poin terbanyak di Premier League,” tutur Mourinho. “Di setiap tempat dimana aku bekerja suasananya selalu berbeda. Hal ini membantuku belajar. Pengalaman sangat berharga. Yang aku inginkan adalah kembali memenangkan liga yang sudah pernah aku menangkan sebelumnya,” tutup mantan pelatih FC Porto dan Inter Milan ini.
Berikut ini statistik kepelatihan Mourinho dari awal karirnya di FC Porto hingga musim terakhirnya di Real Madrid
i1 i1-2
ic
ib

Karena La Liga tak Melulu Soal Messi dan Ronaldo

Lima pemain ini bakal jadi superstar.
Lupakan dulu Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, apalagi si “drama queen” Neymar. La Liga tak hanya mereka, tapi juga pemain-pemain muda berbakat yang bakal kinclong di masa depan. Siapa saja mereka? Super Soccer akan menurunkan lima calon superstar, merujuk kepada bleacher report.
1. Oliver Torres (Atletico Madrid)
17 i-1
Umurnya baru 17 tahun ketika memulai debutnya bersama Atletico, yakni Agustus 2012. Si tampan berusia 18 tahun ini berperan sebagai gelandang. Skil dan stamina jangan ditanya. Tak hanya jadi andalan di Los Rojiblancos, Torres juga jadi tulang punggu timnas u-21 Spanyol. Anak buah Diego Simeone ini merupakan salah satu pemain muda yang aksinya sangat dinantikan banyak orang.
2..Gerard Deulofeu (Barcelona)
17 i-2
Barcelona memang tak pernah berhenti memproduksi pemain muda berbakat. Deulofeu bisa bermain di posisi sayap dan penyerang. Debutnya bersama tim Catalan luar biasa. Dia punya andil besar kala menggebuk Mallorca 5-0 pada Oktober 2012. Dia berharap, suatu saat nanti bisa menjadi tulang punggung Barca seperti halnya Iniesta dan Messi.
3. Alvaro Morata (Real Madrid)
17 i-3
Dia disebut-sebut mirip Raul Gonzalez, legenda Madrid. Morata, sebelum ke Madrid, memulai kariernya dari Atletico. Dia mencetak gol ketika Los Blancos memenangkan pertandingan versus Levante pada akhir pekan. Bergabung sejak 2010, Morata juga sudah mengepak sembilan gol bersama timnas u-21 Spanyol.
4. Antoine Griezmann (Real Sociedad)
17 i-4
Dia perantau asal Prancis. Sejak 2005 membela Sociedad, Griezmann dan sudah 150 kali tampil. Fans sangat berharap besar kepada Griezmann, agar sang bintang bisa memberikan prestasi terbaik bagi tim. Muda bertenaga berusia 22 tahun, karier Griezmann diprediksi bakal terus meroket.
5. Jairo Samperio (Sevilla)
17 i-5
Penikmat sepak bola di Spanyol, bahkan dunia sadar betul soal kemampuan anak muda yang satu ini. Tak bermaksud berlebihan, dia digadang-gadang bakal bersinar laiknya Jesus Navas. Cepat dan kuat, Semperio selalu jadi andalan.
 

Blogger news

Blogroll

About